Penggerek Polong Kedelai

Selain kedelai hama ini juga menyerang kacang hijau, kacang panjang, kacang tunggak, kacang kratak, Crotalaria spp. dan kacang tanah.

Bioekologi

Imago berwarna keabu-abuan, mempunyai garis putih pada sayap depan.  Imago tertarik pada cahaya dan meletakkan telur pada malam hari, stadium imago berkisar antara 8 – 17 hari.

Telur berbentuk lonjong seperti buah alpukat. Pada saat diletakkan telur  berwarna  putih mengkilap, kemudian berubah menjadi kemerahan dan berwarna jingga, menjelang menetas. Telur penggerek polong mulai ditemukan di pertanaman sekitar umur 40 hst, puncak populasi telur terjadi pada 53 hst pada musim kemarau dan 65 hst pada musim hujan. Telur diletakkan secara tunggal atau berkelompok 4 – 15 butir di antara rambut-rambut polong, biasanya di dekat pangkal polong, juga diselipkan di ketiak daun, di daun kelopak bunga atau di batang muda dekat bunga atau polong. Seekor betina bertelur rata-rata 73 butir maksimum 240 butir. Stadia telur 3 – 4 hari.

Larva yang baru berwarna putih kekuningan dan kemudian berubah menjadi hijau dengan garis merah. Larva terdiri dari lima instar dengan ukuran dan warna yang berbeda. Larva menggerek kulit polong kemudian masuk dan menggerek biji. Seekor larva dapat merusak beberapa polong dan biji. Stadium larva sekitar 13 – 18 hari. Larva dan imago penggerek polong.

Pupa berwarna coklat terbentuk di dalam tanah yang dibungkus kokon berbentuk bulat telur yang terbuat dari butiran tanah dan benang pintal, lamanya stadium pupa 9 – 15 hari. Perkembangan telur sampai imago berkisar 28 – 41 hari dan rata-ratanya 35 hari.

Gejala Serangan

Larva menggerek kulit polong, kemudian masuk dan menggerek biji. Larva yang baru menetas, sebelum menggerek kulit polong, menutupi dirinya dengan selubung putih dari benang pintal. Selubung putih tersebut masih akan tampak selama beberapa hari setelah larva masuk ke dalam polong. Setelah selubung putih hilang, jalan masuk larva dapat diketahui dengan adanya bintik berwarna coklat tua. Larva instar-1 hidup dalam biji, setelah berganti kulit, larva hidup di luar biji. Seekor larva dapat merusak beberapa polong dan biji. Polong yang telah ditinggalkan larva ditandai oleh adanya dua lubang gerek dan butir-butir kotoran kering berwarna coklat muda yang saling terikat oleh benang pintal.

Ambang pengendalian

-              Apabila ditemukan 10 larva/10 rumpun

-              Intensitas serangan pada polong  > 2,5 %

Pengendalian

-              Tanam serempak dalam satu hamparan luas dengan selisih waktu kurang dari 10 hari

-              Rotasi tanaman bukan inang

-              Penanaman tanaman perangkap (kedelai varietas Dieng dan Malabar)

-              Pelepasan parasitoid Trichogramma sp.

-              Gunakan insektisida anjuran, terdaftar dan diizinkan oleh Menteri Pertanian jika mencapai ambang pengendalian.

© 2017 - Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan - Direktorat Jenderal Tanaman Pangan
Jl. AUP Pasar Minggu Kotak Pos 7236/Jks PSM . Jakarta Selatan 12520 Phone: 021-7805652. Fax: 021-7805652
(Jam 09.00 s.d 15.00 WIB setiap hari kerja)