Ulat jengkal Chrysodeixis (Plusia) chalcites Esp.

Hama ini sering disebut dengan ulat jengkal, green semilooper dan ulat kilan. Hama ini bersifat polifag yang menyebabkan kerusakan pada beberapa tanaman terutama kacang-kacangan termasuk pada tanaman kedelai. Hama ini tersebar sampai Eropa Selatan dan Asia.

Larva atau Ulat mulai dijumpai di pertanaman pada saat tanaman berumur 44 hst dan puncak serangan terjadi pada 54 hst. Ngengat aktif pada malam hari dan tertarik pada cahaya lampu. Umur serangga 5-12 hari.

Ngengat meletakkan telur di permukaan daun bagian bawah. Telur akan menetas 3-4 hari setelah diletakkan. Seekor ngengat betina dapat bertelur sebanyak 1.250 butir selama hidupnya. Telur berbentuk bundar agak pipih berwarna keputihan kemudian berubah kekuningan sebelum menetas.

Ulat berwarna hijau, kepala kecil dengan 3 tungkai palsu. Ulat muda maupun tua biasanya diam di permukaan bawah helai daun. Ulat bergerak seperti jari tangan menjengkal.  Ulat menjadi kepompong setelah 14-19 hari, kepompong terbentuk di dalam daun yang ditutupi dengan benang-benang sutra yang berwarna putih kotor, setelah  6-11 hari akan tumbuh menjadi ngengat. Daur hidup ulat jengkal berlangsung sekitar 30 hari.

Ulat Jengkal 

  Larva  ulat jengkal  Chrysodeixis (Plusia) chalcites  

Gejala serangan

Serangan ulat muda menyebabkan bercak-bercak putih pada daun karena yang tinggal hanya epidermis dan tulang daunnya. Sedangkan lulat yang lebih besar dapat menyebabkan daun terserang habis atau tinggal tulang daunnya saja. serangan ulat terjadi pada tanaman fase vegetatif dan generatif.

 

Ambang pengendalian

Pengendalian

© 2017 - Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan - Direktorat Jenderal Tanaman Pangan
Jl. AUP Pasar Minggu Kotak Pos 7236/Jks PSM . Jakarta Selatan 12520 Phone: 021-7805652. Fax: 021-7805652
(Jam 09.00 s.d 15.00 WIB setiap hari kerja)