serangga dewasa  berwarna hitam mengkilap, berukuran kecil. Imago meletakkan telur pada siang hari mulai pukul 06.00 sampai 17.00. banyaknya telur yang dikeluarkan oleh setiap betina berkisar antara 94-183 butir.

Telur diletakkan secara terpisah dalam lubang tusukan yaitu disisipkan dalam jaringan mesofil diantara lapisan epidermis atas dan epidermis bawah dekat pangkal keping biji  atau pangkal helai daun pertama dan kedua. Telur berbentuk lonjong, berwarna putih mengkilap seperti mutiara. Telur menetas 48 jam setelah diletakkan.

Larva atau ulat berbentuk ramping, memanjang. Larva yang baru menetas berwarna putih bening, sedangkan larva dewasa berwarna kekuningan. Selama dua hari larva menggerek sambil makan dalam keping biji atau daun pertama dan kedua. Selanjutnya larva menuju ke batang, terus menggerek ke pangkal akar melalui kulit batang. Stadium larva berkisar antara 7-11 hari.

Kepompong terbentuk di bawah epidermis kulit batang atau kulit akar pada pangkal batang atau pangkal akar. Mula-mula pupa berwarna kekuningan, kemudian berubah kecoklatan. Lama stadium pupa berkisar antara 7-13 hari dengan rata-rata 9 hari.

 

Gejala serangan

Serangan terjadi setelah tanaman muncul diatas permukaan tanah, kurang lebih 4 hari setelah benih ditanam. Gejala serangan mula-mula terlihat berupa bintik-bintik putih pada pangkal keping biji, daun pertama atau daun kedua akibat bekas tusukan alat peletak telur dan tempat telur diletakkan.

Ulat mulai makan dan merusak jaringan keping biji pada hari keenam setelah biji ditanam. Serangan ulat pada keping biji dan daun pertama atau kedua berbentuk alur atau korokan yang melengkung berwarna coklat. Tanda serangan tampak pada 7 hari setelah benih ditanam. Jalur gerekan ulat dari keping  biji atau daun menuju pangkal akar berbentuk spiral mengelilingi batang. Gerekan ulat tersebut menyebabkan tanaman menjadi layu, mati dan kering karena akar tidak dapat berfungsi normal untuk mengisap air dan unsur hara. Kematian tanaman mulai nampak pada 14 hari setelah tanam. Pada waktu itu ulat sudah memasuki stadium pra kepompong atau kepompong.

 

Ambang pengendalian

Apabila ditemukan lalat 2 ekor/30 rumpun pada tanaman berumur 6 hst atau intensitas serangan > 2,5 % pada tanaman berumur 7-8 hst.

 

Pengendalian

 

© 2017 - Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan - Direktorat Jenderal Tanaman Pangan
Jl. AUP Pasar Minggu Kotak Pos 7236/Jks PSM . Jakarta Selatan 12520 Phone: 021-7805652. Fax: 021-7805652
(Jam 09.00 s.d 15.00 WIB setiap hari kerja)