Nama ilmiah    : Nilaparvata lugens

Nama umum    : Wereng

Familli             : Delphacidae

Ordo               : Hemiptera

 

Gejala serangan

Wereng Batang Coklat (WBC) menyerang dan merusak tanaman dengan cara menghisap cairan sel tanaman hingga tanaman kering, dan menimbulkan efek seperti terbakar (hopperburn). Hama WBC menyerang tanaman padi pada saat memasuki stadia pertumbuhan (tanaman muda) hingga fase keluarnya malai.

  1. Tanaman belum keluar malai

Tanaman padi yang diserang adalah bagian batang, dengan cara menghisap cairan selnya. Tanaman akan menguning, mengering, lalu mati.

  1. Tanaman sudah keluar malai

Sedangkan pada tanaman yang sudah keluar malai, serangan wereng coklat  menyebabkan pertumbuhan tanaman terhenti dan mengakibatkan butir padi menjadi hampa (kopong).

  1. WBC dapat menularkan penyakit virus kerdil rumput dan virus kerdil hampa

 

Ciri-ciri dan siklus hidup

  1. Telur berbentuk seperti sisir pisang, berwarna putih yang diletakkan di pelepah batang atau daun. Umur telur 7-10 hari.  
  1. Nimfa (fase sebelum dewasa) mengalami 5 instar. Nimfa muda berwarna putih, semakin tua semakin coklat. Umur nimfa 12-15 hari. 
  1. Dewasa, bentuk sayap dewasa 2 macam, bersayap panjang (makroptera) dan bersayap pendek (brakiptera). Umur dewasa 8-12 hari.

Ambang pengendalian :

Populasi ≥ 1 ekor/tunas dengan mempertimbangkan populasi musuh alami (predator dan parasitoid)

 

Cara pengendalian :

Preemtif/Sebelum Tanam

Lahan segera diolah sempurna secara serempak dalam areal yang luas dan setelah diolah diberakan selama dua minggu (sehingga tidak ada tanaman inang).

Menggunakan varietas yang tahan/toleran terhadap populasi WBC yang berkembang di lapangan (tidak menggunakan varietas yang mempunyai tetua yang sama dengan musim sebelumnya)

 

Responsif /Setelah Tanam

Berdasarkan hasil pengamatan apabila populasi masih di bawah Ambang Pengendalian (AP) tapi cenderung mengalami peningkatan, dilakukan pengendalian menggunakan pengendalian hayati dengan menggunakan Agens Pengendali Hayati (APH), seperti jamur Metarhizium, Beauveria, predator dan parasitoid, serta pestisida nabati. Apabila melebihi AP menggunakan insektisida kimiawi.

 

© 2017 - Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan - Direktorat Jenderal Tanaman Pangan
Jl. AUP Pasar Minggu Kotak Pos 7236/Jks PSM . Jakarta Selatan 12520 Phone: 021-7805652. Fax: 021-7805652
(Jam 09.00 s.d 15.00 WIB setiap hari kerja)