Gejala Serangan

Serangan tikus sawah dimulai dari tengah petak, kemudian meluas ke arah pinggir, sehingga pada keadaan serangan berat hanya menyisakan 1-2 baris padi di pinggir petakan.

Gejala Serangan Tikus

 

Bioekologi

maka secara matematis dari 1 pasang tikus dapat menjadi ± 2.000 ekor dalam waktu 1 tahun.

 

Ambang Pengendalian

Apabila ditemukan serangan ≥ 15%

 

Cara Pengendalian

  1. Sanitasi lingkungan

Kegiatan sanitasi lingkungan diantaranya membersihkan lingkungan sekitar sawah seperti saluran irigasi, pematang, dan jalan sawah dari tanaman - tanaman perdu dan gulma yang memungkinkan sebagai sarang tikus, dan membersihkan turiang/singgang dan sisa -sisa tanaman padi yang memungkinkan pakan alternatif tikus.

  1. Kultur Teknik

Pengaturan pola tanam bertujuan untuk membatasi atau memutus rantai makanan tikus sawah yang berupa tanaman padi guna membatasi perkembangbiakan tikus sawah di lapangan. Pola tanam padi - palawija atau padi -bera akan membatasi bahkan menghentikan aktifitas reproduksi tikus sawah. Pengaturan waktu tanam dan panen dalam satu hamparan diusahakan serempak, selisih waktu tidak lebih dari dua minggu. Penanaman padi dengan jarak tanam yang lebih longgar/jajar legowo akan membuat lingkungan lebih terbuka yang kurang disukai tikus. Kondisi tempat yang bersih dan terang cenderung kurang disukai tikus karena kemungkinan tikus merasa lebih terancam terutama oleh musuh alaminya yang berupa predator.

  1. Gerakan bersama/Gropyokan massal

 

Pengomposan/Fumigasi

 

  1. Penggunaan Bubu Perangkap

 

Keterangan:

  1. Parit
  2. Jembatan Tikus
  3. Pagar Plastik
  4. Perangkap Tikus
  5. Tanaman Padi

 

  1. Pemanfaatan musuh alami

Musuh alami hama tikus antara lain: kucing, anjing, ular sawah, dan burung hantu.

© 2017 - Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan - Direktorat Jenderal Tanaman Pangan
Jl. AUP Pasar Minggu Kotak Pos 7236/Jks PSM . Jakarta Selatan 12520 Phone: 021-7805652. Fax: 021-7805652
(Jam 09.00 s.d 15.00 WIB setiap hari kerja)