Penyakit kresek dikenal juga dengan nama hawar daun bakteri (HDB), atau bacterial leaf blight/BLB. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri patogen Xanthomonas campestris pv. oryzae. Penyakit kresek menyerang tanaman padi pada semua stadia pertumbuhan, baik vegetatif maupun generatif.

 

Gejala serangan penyakit kresek (sumber : nature.com)

Gejala serangan penyakit kresek (sumber : www.nature.com)

 

Gejala umumnya baru terlihat dengan jelas pada saat stadia anakan maksimum atau pembungaan, jarang terlihat pada tanaman persemaian. Gejala pada daun diawali dari tepi daun, beberapa cm dari ujung daun, bentuk garis seperti siraman air. Gejala cepat berkembang secara memanjang maupun melebar di kedua tepi daun, umumnya berbentuk garis gelombang yang berwarna kuning dan cepat sekali berubah menjadi oranye atau mengering dalam beberapa hari. Pada varietas peka, gejala dapat berkembang sampai ke arah pelepah daun. Pada permukaan bercak yang masih muda, terdapat tetesan cairan yang terlihat sangat jelas terutama pada pagi hari.

Gejala kresek pada awal tanam dapat diamati pada umur 1 atau 2 HST, daun-daun yang terinfeksi berubah menjadi hijau kelabu dan mulai menggulung di bagian ujung dan tepi daun. Pada bibit yang dipotong, gejala diawali di dekat daun yang terpotong dimana warna daun berubah menjadi hijau abu-abu. Tanaman muda yang terinfeksi akan menjadi kerdil, layu dan bahkan mati.

  

Gejala serangan penyakit kresek (foto : Rui map Zheng)

 

Untuk menentukan penyakit ini dapat dilakukan diagnosa baik di lapang maupun di laboratorium.

Diagnosa Penyakit di Lapang

Diagnosa dilakukan dengan pengamatan visual terhadap gejala yang timbul. Pengamatan terhadap gejala awal (masih muda) dapat dilakukan pada pagi hari dengan memperhatikan bakteriooze (eksudat bakteri berupa lendir kekuningan yang mengandung jutaan bakteri yang berasal dari berkas pembuluh daun yang sakit). Daun yang terdapat bakteriooze apabila dilihat ke arah sinar matahari, maka akan terlihat bentuk seperti tetesan minyak. Kemudian apabila bagian gejala tersebut di potong dan kemudian dimasukkan ke dalam air, maka dari bekas potongan akan keluar eksudat yang berwarna putih. Hal ini menunjukan ciri khas dari infeksi bakteri. Karena bakteri yang menginfeksi bagian xylem apabila diberi setetes air, maka akan segera keluar.

 

Diagnosa Penyakit di Laboratorium

Diagnosa di laboratorium dilakukan untuk meyakinkan hasil diagnose awal yang dilakukan di lapangan. Langkah-Iangkah yang dilakukan adalah

  1. memilih gejala penyakit HDB yang masih muda,
  2. potong daun bergejala berukuran 1-2 mm,
  3. amati di bawah mikroskop potongan daun tersebut. Amati cairan yang keluar dari ujung daun. Cairan tersebut merupakan bakteriooze. Apabila bakteriooze ditumbuhkan pada media potato succrose agar (PSA), akan muncul koloni bakteri yang berwama kuning. Untuk meyakinkan patogenesitasnya, maka uji hypersensitif dapat dilakukan yaitu dengan menginjeksikan suspensi bakteri tersebut ke dalam jaringan tanaman tembakau. Dalam waktu 1-2 hari jaringan daun tembakau akan berwarna kuning dan kemudian berubah coklat dan akhirnya mengering. Apabila patogenesitasnya tidak ada maka jaringan yang diinjeksi tersebut tidak menunjukkan perbedaan dengan jaringan daun yang sehat.

 

Pengendalian

 

© 2017 - Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan - Direktorat Jenderal Tanaman Pangan
Jl. AUP Pasar Minggu Kotak Pos 7236/Jks PSM . Jakarta Selatan 12520 Phone: 021-7805652. Fax: 021-7805652
(Jam 09.00 s.d 15.00 WIB setiap hari kerja)